Artikel

Semua Pasti Membutuhkan Ilmu

Menuntut ilmu (thalab al-ilmi) merupakan salah satu kewajiban yang tidak boleh kita tinggalkan. Sebagai umat muslim, menuntut ilmu hukumnya wajb sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah hadis: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ (Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan). Kata ilmu sendiri berasal dari bahasa Arab, ‘alima-ya’lamu-‘ilman,...

Read more...

Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Maulid Nabi merupakan sebuah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan tahun hijriyah. Hari itu diperingati oleh mayoritas umat muslim yang ada di dunia, tak terkecuali masyarakat Mlangi yang memeriahkan dengan pengajian, berdoa, dan kojan/sholawatan.Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki pernah...

Read more...

Rebo Wekasan

Dikutip dari kanzun najah was surur, sebagai ulama' tasawuf tingkatan ma'rifat menuturkan bahwa pada hari rabu terakhir bulan shofar (rebo wekasan ), sebanyak 320.000 bala' (musibah) akan diturunkan ke bumi. maka dari itu, dianjurkan untuk melakukan amalan2 rebo terakhir bulan shofar (wekasan).

Read more...

Tujuan Hidup Manusia di Dunia

Ada beberapa pertanyaan yang cukup membuat bingung banyak orang 3 pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh agama Islam : Dari mana manusia? Kemana manusia akan pergi? Kenapa manusia hidup di dunia ini? Jawaban pertama bahwa seluruh manusia itu dari Allah, diciptakan oleh Allah dari segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging kemudian...

Read more...

Memahami Al-Qur’an dalam Realitas Masa Kini

Menurut Prof. Dr. Muhammad Salim Abu Ashi Al-Azhari Al-Hanafi Ada beberapa esensi yang membentuk Al-Qur’an yaitu : Al-Qur’an merupakan suatu mukjizat, yang mana Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak ada kemungkinan manusia untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an diriwayatkan secara mutawatir,...

Read more...

Khazanah Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi – Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi 1 Kompleks Takhasus

Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Yogyakarta merupakan pesantren yang didirikan oleh Kiai Masduqi pada tahun 1936 dalam rangka ikut serta menyebarkan dakwah islam ala Ahli Sunnah wal Jama’ah di Indonesia. Kiai Masduqi tidak hanya sekedar mengajar santrinya ilmu-ilmu agama, namun beliau juga mengajak para santri-santrinya untuk bergerilya melawan penjajah pada era...

Read more...

Khazanah Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi – PonPes Assalafiyyah Tempo Doeloe

Sejak awal berdirinya langgar, Kiai Masduqi telah didatangi beberapa santri yang juga menginap. Namun hingga tahun berikutnya tempat pengajian Kiai Masduqi masih belum memiliki nama, tempat pengajian tersebut hanya dinamai langgar. Karena langgar Kiai Masduqi terletak dibagian selatan desa Mlangi, orang-orang sekitar sering menyebutnya langgar kidul, selain itu penamaan langgar kidul...

Read more...

Sejarah Kepengasuhan K.H Syuja’i Masduqi

K.H Syuja’i Masduqi (1978-2013) Kiai Salimi menjabat sebagai pimpinan Assalafiyyah hingga tahun 1978. Setelah itu, kepemimpinan Assalafiyyah dipegang oleh putra satu-satunya Kiai Masduqi yaitu Kiai Syuja’i. Dalam mengelola dan memimpin pondok, urusan dalam pondok juga dibantu oleh menantu beliau yaitu Kiai Hasan Abdullah, terutama sejak tahun 1991. Pada akhir periode ini,...

Read more...

Kiai Salimi Mamba’ul Ulum – Perubahan Sistem Pendidikan Diniyah Assalafiyyah

Kiai Salimi Mamba’ul Ulum (1966-1978) Periode selanjutnya berlangsung selama 12 tahun yaitu antara tahun 1966 hingga tahun 1978. Pada periode ini, kepemimpinan Pondok Pesantren Assalafiyyah dipegang oleh salah satu menantu Kiai Masduqi yaitu Kiai Salimi Mambaul Ulum. Beliau adalah lulusan dari Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang. Mendapat amanah sebagai pemimpin...

Read more...

Sejarah Kepengasuhan Kiai Masduqi bin Zaed

Kiai Masduqi bin Zaed (1932-1966) Pembagian pertama adalah periode awal yaitu mulai dari tahun 1932 hingga tahun 1966. Dibanding dengan pengajian yang dilakukan Kiai Masduqi di rumah mertuanya, pada periode ini pengajian ditambah dengan pelajaran ilmu alat. Nampaknya tambahan pelajaran ini dilakukan oleh Kiai Masduqi karena beliau berfikir bahwa semenjak kedatangan...

Read more...